Kamis, 11 November 2010

Guru dan Tantangannya

Tulisan ini hanya sekedar analisa dari pengalaman penulis selama 14 tahun menjadi guru Biologi dan 3 tahun menjadi pembina Kelomppok Ilmiah Remaja SMA Dharmawangsa, Medan.  Bisa jadi paparan yang akan penulis sampaikan tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh pembaca, karena memang banyak faktor unik  yang dimiliki masing-masing guru dalam menjalankan profesinya.

Tulisan ini juga dibuat dalam rangka proses belajar menulis yang semestinya dimiliki oleh seorang guru profesional.  Sehingga, dengan demikian masukan dan ide-ide sangat diharapkan baik untuk penulis, pembaca, maupun dunia kependidikan

Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya efektivitas proses pendidikan, di antaranya :
1.  Pendidikan keluarga yang kurang baik
     Seperti kita pahami bersama, pendidikan awal adalah keluarga.  Orang tua adalah individu yang seharusnya paling bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, terutama akhlak.  Tetapi kenyataannya, banyak anak yang bukan saja tidak mendapatkan pendidikan optimal di rumah, tetapi justru rumah, terutama orang tua menjadi masalah yang besar bagi anak.  Ini tentu saja sangat menyulitkan bagi guru.  Dengan jumlah jam tatap muka yang relatif singkat, bisa dibayangkan tingkat efektivitas pendidikannya bagi anak.

2.  Pesatnya perkembangan Teknologi dan Informasi
     Kecepatan perkembangan teknologi dan informasi sering tidak bisa diimbangi oleh guru.  Dampaknya adalah siswa menggunakan akses tersebut tanpa pendampingan.  Seperti dimafhumkan, bahwa teknologi ini memberikan daya tarik yang luar biasa bagi anak hingga mereka bisa tak peduli dengan kegiatan belajar.  Akhirnya, banyak kita temui anak-anak yang membolos berada di warnet.  Atau anak-anak yang "main" HP ketika guru mengajar, atau menggunakan HP-nya untuk mengakses pornografi.

Berikutnya.... nanti kita lanjutkan....

Rabu, 10 November 2010

Kelompok Ilmiah Remaja SMA Dharmawangsa

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Dharmawangsa adalah salah satu kelompok ekstrakurikuler (ekskul) di SMA Dharmawangsa.  Berdiri pada tgl 25 Agustus 2007, dirintis pembentukannya oleh . Nur Asiah, seorang guru Biologi dan Kepala Laboratorium IPA SMA tersebut.  Organisasi ini dibangun dengan keyakinan bahwasemua anak memiliki  potensi untuk maju dan berkembang.  Mereka hanya membutuhkan wadah dan sistem yang mendukung berkembangnya potensi mereka.

Dalam 3 tahun berjalannya ekskul KIR, terbukti bahwa siswa SMA Dharmawangsa memiliki banyak hal yang layak untuk dikembangkan.  Berbagai kemenangan diraih.  Mulai dari juara I Lomba Presentasi tingkat kotamadya, juara lomba menulis fiksi dan non-fiksi, juara Lomba Mading, juara Lomba Lintas Alam, juara Lomba Puisi dan sebagainya.

Sekarang, dengan semakin bertambahnya pengalaman, KIR menjadi lebih matang baik secara organisasi maupun secara personil. Organisasi semakin rapi yang ditandai dengan adanya musyawarah anggota setiap tahunnya yang beragendakan pemilihan ketua dan pengurus baru, pembahasan tata tertib, serta evaluasi program pengurus lama.  Pengurus barupun berkewajiban menyampaikan programnya di depan anggotanya.
Dalam kepengurusan dibentuk pula berbagai bidang pendukung, di anatarnya infokom, humas, peningkatan prestasi akademik, penegak disiplin, dll.  Semuanya dibentuk sebagai pendukung kegiatan inti KIR