1. Molekul : Gabungan 2 atom atau lebih yang saling berikatan kuat
2. Sel : Satuan struktural dan fungsional makhluk hidup
3. Jaringan : Kumpulan sel yang memeiliki bentuk dan fungsi yang sama
4. Organ : Kumpulan jaringan yang bekerja sama untuk melakukan fungsi khusus
5. Sistem organ : Kumpulan beberapa organ yang menjalankan fungsi tertentu
6. Individu : Satu makhluk hidup tunggal
7. Populasi : Kumpulan individu sejenis yang hidup pada waktu dan tempat tertentu
8. Komunitas : Gabungan beberapa populasi yang hidup pada waktu dan tempat tertentu
9. Ekosistem : Komunitas beserta lingkungan abiotiknya. Atau interaksi antara makhluk hidup dengan
lingkungannya
10. Bioma : ekosistem dalam skala luas yang dipengaruhi oleh iklim
Selasa, 04 Oktober 2011
Selasa, 08 Februari 2011
| |
| |
| |
Uraian : I. Uraian Tumbuhan. Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lernbap, atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna semusim, tinggi 50 - 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwadrangularis) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panj ang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah mernbujur menjadi 4 keping-Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji atau setek batang. II. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m - 700 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 2.000 mm - 3.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 7 bulan · Suhu udara : 250 C - 320 C · Kelembapan : sedang · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : berpasir · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 200 cm - 300 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di atas 25 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,5 · Kesuburan : sedang - tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm b. Persiapan bibit · Biji disemaikan dalam kantong plastik. c. Penanaman · Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m | |
Nama Lokal : Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).; | |
(Sumber : www.iptek.net.id) |
SAMBILOTO
SAMBILOTO (Andrographis paniculata), obat alami yang bisa ditanam di halaman. Direbus sp mendidih & air kehijauan. Diminum sehari 1 gelas. Rasanya pahittt pol! Mengaktifkan fungsi liver membuang zat racun & memecah lemak, menggiatkan fungsi pankreas, meningkatkan imunitas, menambah nafsu makan (bagus kan? asal pilihan yg dimakan adalah yg sehat & alami - & rendah kalori, spt buah potong/jus buah/salad buah, salad sayuran). Efektif untuk mengatasi diabetes, gatal-gatal - termasuk jerawat, peremajaan sel (kalo dioleskan merata pd wajah, setelah beberapa hari kulit lama akan mengelupas berganti kulit baru yg halusss). Bersifat antibiotik alami, aman diteteskan pd telinga radang. Dalam kesimpulan banyak riset disebutkan sambiloto sangat efektif mencegah tumor & kanker -a.l. krn pola makan amburadul.
(diambil dari tulisan Wied Harry)
(diambil dari tulisan Wied Harry)
Senin, 07 Februari 2011
PLANTAE
Dalam biologi, tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae. Di dalamnya masuk semua organisme yang sangat biasa dikenal orang seperti pepohonan, semak, terna, rerumputan, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau. Tercatat sekitar 350.000 spesies organisme termasuk di dalamnya, tidak termasuk alga hijau. Dari jumlah itu, 258.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis tumbuhan lumut. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof, dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Karena warna hijau amat dominan pada anggota kerajaan ini, nama lain yang dipakai adalah Viridiplantae ("tetumbuhan hijau"). Nama lainnya adalah Metaphyta.
Sebagian besar alga kemudian juga mulai dipisahkan dari keanggotaan tumbuhan karena tidak memiliki diferensiasi jaringan dan tidak mengembangkan klorofil sebagai pigmen penangkap energi.
Penggunaan teknik-teknik biologi molekuler terhadap filogeni tumbuhan ternyata memberikan banyak dukungan atas pemisahan ini. Tumbuhan dalam arti yang sekarang dipakai (arti sempit) dianggap sebagai keturunan dari suatu alga hijau.
Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Reproduksi juga terpengaruh oleh sifat ini
Pada tingkat selular, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida; juga vakuola yang besar dan seringkali mendominasi volume sel.
Pembatasan
Klasifikasi tumbuhan masa lalu memasukkan pula semua alga dan fungi (termasuk jamur lendir) sebagai anggotanya. Kritik-kritik yang muncul membuat fungi dipisahkan dari tumbuhan. Meskipun stasioner, fungi bersifat saprotrof, mendapatkan energi dari sisa-sisa bahan organik. Selain itu, dinding sel fungi tidak tersusun dari bahan yang sama dengan tumbuhan dan malahan mirip hewan.Sebagian besar alga kemudian juga mulai dipisahkan dari keanggotaan tumbuhan karena tidak memiliki diferensiasi jaringan dan tidak mengembangkan klorofil sebagai pigmen penangkap energi.
Penggunaan teknik-teknik biologi molekuler terhadap filogeni tumbuhan ternyata memberikan banyak dukungan atas pemisahan ini. Tumbuhan dalam arti yang sekarang dipakai (arti sempit) dianggap sebagai keturunan dari suatu alga hijau.
Ciri-ciri khas
Ciri yang segera mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis. Dengan demikian, tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit, merupakan akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Reproduksi juga terpengaruh oleh sifat ini
Pada tingkat selular, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida; juga vakuola yang besar dan seringkali mendominasi volume sel.
LIMPAHAN KEANEKARAGAMAN HAYATI NEGARA KITA
Banyak di antara kita, terutama generasi muda yang kurang menyadari bahwa negara kita adalah negara yang luar biasa kaya, termasuk dengan macam ragam makhluk hidupnya. Allah benar-benar memberikan kita kekayaan hayati yang luar biasa yang tiada tkan tandingannya di dunia ini. Bayangkan saja, kita dengan mudah menemukan berbagai jenis hewan di sekitar kita. Dari yang kecil hingga yang besar. Dari darat, laut hingga udara. Kita juga dengan gampangnya meneal demikian, hingga bermacam ragam masakan dan makanan yang bisa kita nikmati.
Tetapi, jarang diantara kita yang mensyukurinya, bahkan mungkin tidak menyadari hal tersebut. Bisa jadi ini disebabkan karena kondisi seperti di atas merupakan kondisi yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang biasa cenderung membuat hambar bukan...?
Ketidaksadaran akan potensi tersebut lebih jauh tentu menimbulkan dampak negatif karena kemudian tidak memberikan kesadaran untuk menjaga karunia Allah itu. Sedemikian, hingga bangsa kita acenderung pragmatis. Memanfaatkan atau bahkan mengeksploitasi kekayaan alam hanya untuk kepentingan sesaat tanpa memikirkan kesinambungannya di masa depan.
Berikut ini adalah angka-angka yang menunjukkan betapa berlimpahnya keanekaragaman hayati kita.
1,3 % dari seluruh daratan bumi, tetapi Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang unik dan menakjubkan. Sekitar 10% spesies berbunga, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptil dan amphibia, 17% spesies burung. Dengan panjang wilayah pesisir yang mencapai 81,000 kilometer atau sekitar 14% dari panjang pantai dunia, maka ekosistem kelautan Indonesia sangat kaya dan bervariasi. Sekitar 25% spesies ikan dunia yang dikenal manusia terdistribusi di perairan Indonesia (BSP-Kemala,2000). Hutan bakau Indonesia sangat luas dan memiliki jenis terumbu karang yang spektakuler di Asia. Perairan pesisir Indonesia menjadi sumber makanan bagi sejumlah besar mamalia laut, reptil, ikan dan burung-burung. Wilayah pesisir yang dangkal dengan terumbu karangnya dan hutan bakau melindungi wilayah ini dari dampak pasang laut dan tsunami. Secara tradisional terumbu karang menjadi sumber makanan yang sangat penting bagi masyarakat pesisir.
Bagaimana dengan hutan tropis Indonesia ? Indonesia diperkirakan memiliki kawasan hutan tropis terbesar di Asia-Pasifik yaitu sekitar 1, 15 juta kilometer persegi dengan keanekaragaman jenis pohon yang paling beragam di dunia. Hutan tropis Indonesia kaya akan spesies palm (447 spesies, dimana 225 diantaranya tidak terdapat di bagian dunia lainnya), lebih dari 400 spesies dipterocarp yaitu jenis kayu yang bernilai sangat tinggi secara ekonomis di Asia Tenggara, dan tersebarnya sekitar 25,000 spesies tumbuhan berbunga (Albar, 1997).
Karena begitu kayanya keanekaragaman hayati Indonesia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah keanekaragaman hayati terbesar. Untuk pulau Jawa saja, jumlah spesies setiap 10.000 km2 antara 2000 – 3000 spesies. Sedangkan Kalimantan dan Papua mencapai lebih dari 5000 spesies. Mudah-mudahan gambaran di atas memberi keyakinan pada kita bahwa ada harta karun yang harus kita pelihara bersama. Sebab, bila kita tak menjaganya, maka lambat laun jumlahnya akan terus berkurang. Hindari aktivitas yang merusak ekosistem, manfaatkan kekayaan alam dengan arif dan bijaksana. Buat generasi muda, jadilah generasi yang pintar, hebat. Karena Andalah yang akan menjaga bumi kita.
Sabtu, 22 Januari 2011
KETIKA ANAK SAKIT
Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman-pengalaman saya menghadapi sakitnya anak saya. Bisa jadi yang membaca tulisan ini spendapat dengan saya, dan bisa jadi pula tidak. Yang jelas tidak ada maksud untuk menggurui, melainkan sekedar berbagi.
Seperti anak-anak pada umumnya, ketiga bidadari saya juga pernah mengalami sakit, walaupun alhamdulillah, frekuensinya tidak sesering yang dialami teman-teman sepekerjaan. Bisa jadi hal ini disebabkan karena ketiga buah hati kami mendapatkan ASI eksklusif selama 4 - 6 bulan di usia awal kelahirannya. Di samping itu, kami, saya dan suami sependapat untuk sedapat mungkin tidak memberikan obat dokter apalagi obat pasaran di saat anak sakit. Paling-paling kami akan memberikan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Konsekuensinya tentu anak akan mengalami proses penyembuhan yang lebih lama.
Setelah mulai mengikuti pengajian Bengkel Hati-nya Ustadz Danu, wawasan dan keyakinan kami tentang sebab musabab penyakit pada anak bertambah. Kami menjadi yakin bahwa bila anak sakit, maka orang tuanya mesti introspeksi diri tentang dosa-dosa apa yang sebelumnya mereka perbuat hingga menyebabkan anak sakit. Dan ini selalu kami terapkan.
Misalnya ketika anak pertama kami, Rizka, mengalami sakit yang lumayan serius. Dalam proses menahan diri untuk tidak minum obat dokter, kami melakukan berbagai macam upaya untuk memohon petunjuk Allah apa yang harus kami lakukan. Do`a, tahajud, hajat, sedekah. Karena kami yakin bahwa apa yang harus kita lakukan terhadap anak yang sakit harus dengan petunjuk Allah agar semuanya tidak jadi sisa-sia.
Setelah lebih dari seminggu melakukan upaya di atas, Rizka tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. hatiku mulai gelisah, karena tidak biasanya ia sakit demikian lama. Aku selalu menangis dalam sholat malam karena salah satu cobaab yang paling berat buatku adalah sakit pada anak. Pikiran-pikiran buruk selalu ada di kepalaku hingga aku jadi tidak tenang.
Akhirnya, pada suatu malam selesai sholat tahajud, petunjuk Allah datang. Aku seperti disadarkan akan satu kesalahan yang kulakukan dari sebelum anakku sakit. Ya, aku sedang memendam rasa tidak suka dan kecewa yang demikian berat dengan bawahanku yang kuanggap tidak amanah dalam mengerjakan tugas. Sedemikian, hingga kepalaku sering berat karena persoalan itu.
Sadar akan hal tersebut di atas, akhirnya aku mohon ampun pada Allah. rasa kecewa dan tidak suka itupun pelan-pelan kukikis. Aku berusaha untuk ikhlas menerima semuanya dan menyerahkan segala urusan pada Allah. Setelah itu, memang Rizka berangsur-angsur sembuh. Badannya mulai pulih. Dan, yang lebih mengharukan adalah ia tetap bisa berprestasi walaupun 10 hari tidak sekolah dan ujian dalam keadaan lemah dan penglihatan yang agak kabur.
Sekarang, dan Insya Allah seterusnya, setiap anak kami sakit, yang pertama kulakukan adalah introspeksi diri sungguh-sungguh. Lewat diskusi dengan suami atau sholat tahajudku. Hal yang justru kusyukuri adalah Allah mengirimkan tanda-tanda peringatannya hingga kami tidak terlanjur jauh dalam dosa.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah!
Seperti anak-anak pada umumnya, ketiga bidadari saya juga pernah mengalami sakit, walaupun alhamdulillah, frekuensinya tidak sesering yang dialami teman-teman sepekerjaan. Bisa jadi hal ini disebabkan karena ketiga buah hati kami mendapatkan ASI eksklusif selama 4 - 6 bulan di usia awal kelahirannya. Di samping itu, kami, saya dan suami sependapat untuk sedapat mungkin tidak memberikan obat dokter apalagi obat pasaran di saat anak sakit. Paling-paling kami akan memberikan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Konsekuensinya tentu anak akan mengalami proses penyembuhan yang lebih lama.
Setelah mulai mengikuti pengajian Bengkel Hati-nya Ustadz Danu, wawasan dan keyakinan kami tentang sebab musabab penyakit pada anak bertambah. Kami menjadi yakin bahwa bila anak sakit, maka orang tuanya mesti introspeksi diri tentang dosa-dosa apa yang sebelumnya mereka perbuat hingga menyebabkan anak sakit. Dan ini selalu kami terapkan.
Misalnya ketika anak pertama kami, Rizka, mengalami sakit yang lumayan serius. Dalam proses menahan diri untuk tidak minum obat dokter, kami melakukan berbagai macam upaya untuk memohon petunjuk Allah apa yang harus kami lakukan. Do`a, tahajud, hajat, sedekah. Karena kami yakin bahwa apa yang harus kita lakukan terhadap anak yang sakit harus dengan petunjuk Allah agar semuanya tidak jadi sisa-sia.
Setelah lebih dari seminggu melakukan upaya di atas, Rizka tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. hatiku mulai gelisah, karena tidak biasanya ia sakit demikian lama. Aku selalu menangis dalam sholat malam karena salah satu cobaab yang paling berat buatku adalah sakit pada anak. Pikiran-pikiran buruk selalu ada di kepalaku hingga aku jadi tidak tenang.
Akhirnya, pada suatu malam selesai sholat tahajud, petunjuk Allah datang. Aku seperti disadarkan akan satu kesalahan yang kulakukan dari sebelum anakku sakit. Ya, aku sedang memendam rasa tidak suka dan kecewa yang demikian berat dengan bawahanku yang kuanggap tidak amanah dalam mengerjakan tugas. Sedemikian, hingga kepalaku sering berat karena persoalan itu.
Sadar akan hal tersebut di atas, akhirnya aku mohon ampun pada Allah. rasa kecewa dan tidak suka itupun pelan-pelan kukikis. Aku berusaha untuk ikhlas menerima semuanya dan menyerahkan segala urusan pada Allah. Setelah itu, memang Rizka berangsur-angsur sembuh. Badannya mulai pulih. Dan, yang lebih mengharukan adalah ia tetap bisa berprestasi walaupun 10 hari tidak sekolah dan ujian dalam keadaan lemah dan penglihatan yang agak kabur.
Sekarang, dan Insya Allah seterusnya, setiap anak kami sakit, yang pertama kulakukan adalah introspeksi diri sungguh-sungguh. Lewat diskusi dengan suami atau sholat tahajudku. Hal yang justru kusyukuri adalah Allah mengirimkan tanda-tanda peringatannya hingga kami tidak terlanjur jauh dalam dosa.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah!
Rabu, 19 Januari 2011
MENJADI BOS YANG BAIK
Setelah mantap untuk menjadi wirausahawan, tugas berikutnya adalah mencari bentuk usaha yang cocok. Setelah itu, menemukan konsep usaha ideal lalu menjalankan kerja marketing. Ternyata pekerjaan memang belum selesai. Ilmu tetap haarus ditambah. Karena yang menyusul kemudian adalah kenyataan bahwa sekarang kita sudah jadi "Bos". Punya pekerja, karyawan. Dan, menjadi bos yang baikpun ternyata merupakan masalah tersendiri. Dan tentu saja merupakan tantangan tersendiri.
Menurut saya, bos atau karyawan hanya sekedar status. Pada dasarnya kedua status itu baik buruknya ditentukan oleh seberapa baik kita menjalaninya. Karena, yang paling baik di antara kamu adalah yang paling taqwa, kata Allah.
Bila ingin menjadi bos yang baik, maka kata kuncinya adalah EMPATI. Kita harus berempati dengan karyawan hingga gaya komunikasi dan keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik. Adil, proposrsional. Bagaimanapun, posisi bos akan memberikan keleluasaan buat kita untuk mendidik orang lain. Menjadikan dia manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu saja kita harus menjadi teladan buat mereka.
Nah... Dengan demikian, keinginan kita buat menjadi khalifah, memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang lain lebih mudah terwujud bukan...?
Menurut saya, bos atau karyawan hanya sekedar status. Pada dasarnya kedua status itu baik buruknya ditentukan oleh seberapa baik kita menjalaninya. Karena, yang paling baik di antara kamu adalah yang paling taqwa, kata Allah.
Bila ingin menjadi bos yang baik, maka kata kuncinya adalah EMPATI. Kita harus berempati dengan karyawan hingga gaya komunikasi dan keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik. Adil, proposrsional. Bagaimanapun, posisi bos akan memberikan keleluasaan buat kita untuk mendidik orang lain. Menjadikan dia manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu saja kita harus menjadi teladan buat mereka.
Nah... Dengan demikian, keinginan kita buat menjadi khalifah, memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang lain lebih mudah terwujud bukan...?
Langganan:
Postingan (Atom)