Tulisan ini hanya sekedar analisa dari pengalaman penulis selama 14 tahun menjadi guru Biologi dan 3 tahun menjadi pembina Kelomppok Ilmiah Remaja SMA Dharmawangsa, Medan. Bisa jadi paparan yang akan penulis sampaikan tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh pembaca, karena memang banyak faktor unik yang dimiliki masing-masing guru dalam menjalankan profesinya.
Tulisan ini juga dibuat dalam rangka proses belajar menulis yang semestinya dimiliki oleh seorang guru profesional. Sehingga, dengan demikian masukan dan ide-ide sangat diharapkan baik untuk penulis, pembaca, maupun dunia kependidikan
Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya efektivitas proses pendidikan, di antaranya :
1. Pendidikan keluarga yang kurang baik
Seperti kita pahami bersama, pendidikan awal adalah keluarga. Orang tua adalah individu yang seharusnya paling bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, terutama akhlak. Tetapi kenyataannya, banyak anak yang bukan saja tidak mendapatkan pendidikan optimal di rumah, tetapi justru rumah, terutama orang tua menjadi masalah yang besar bagi anak. Ini tentu saja sangat menyulitkan bagi guru. Dengan jumlah jam tatap muka yang relatif singkat, bisa dibayangkan tingkat efektivitas pendidikannya bagi anak.
2. Pesatnya perkembangan Teknologi dan Informasi
Kecepatan perkembangan teknologi dan informasi sering tidak bisa diimbangi oleh guru. Dampaknya adalah siswa menggunakan akses tersebut tanpa pendampingan. Seperti dimafhumkan, bahwa teknologi ini memberikan daya tarik yang luar biasa bagi anak hingga mereka bisa tak peduli dengan kegiatan belajar. Akhirnya, banyak kita temui anak-anak yang membolos berada di warnet. Atau anak-anak yang "main" HP ketika guru mengajar, atau menggunakan HP-nya untuk mengakses pornografi.
Berikutnya.... nanti kita lanjutkan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar